copyright by : https://agungsetiadi.blogspot.com/2010/10/dekomposisi-matriks-dengan-metode.html
Suatu persamaan linear dapat diselcoesaikan secara langsung. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan dekomposisi LU. Pada metode ini suatu sistem persamaan linier yang berbentuk:
difaktorisasi menjadi:
Pada dekomposisi LU metode Doolittle, semua komponen diagonal matriks L bernilai 1 sehingga representasi matriks di atas menjadi:
Untuk menghitung setiap komponen matriks L dan U dari matriks A dengan ukuran n x n dapat dengan menggunakan algoritma sebagai berikut: 1. Dapatkan nilai matriks U pada baris pertama: untuk i = 1 sampai n
2. Hitung nilai: untuk i=2 sampai n
3. untuk i = 2 sampai n-1
untuk j = i + 1 sampai n
4. Hitung indeks terakhir:
Proses dekomposisi selesai sampai disini, proses berikutnya adalah untuk menyelesaikan sistem persamaan linier nya.
Dari dekomposisi berikut:
Matriks L dan U sudah kita dapatkan, dan dengan memisalkan:
maka
untuk mendapatkan nilai vektor y dapat dilakukan dengan substitusi maju sebagai berikut:
untuk i=2 sampai n
nilai vektor x didapatkan dengan melakukan substitusi mundur persamaan:
dengan cara:
untuk i=n-1 sampai 1
Selesai!!Sistem persamaan linier tersebut sudah dapat diselesaikan, dengan catatan:
matriks harus square.
tidak ada komponen diagonal bernilai nol (jika ada yang bernilai nol harus dilakukan pertukaran baris terlebih dahulu).
NB: Tulisan diambil dari salah satu tugas kuliah saya, maaf apabila penyajian equation tidak terlalu rapi..hehe..semoga bisa membantu..
Metode Eliminasi Gauss dan Gauss Jordan
Artikel ini di ambil dari : https://arifhidayat659.blogspot.com/2014/04/metode-eliminasi-gauss-dan-gauss-jordan.html?showComment=1611789239385#c1786260518365800533
Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss adalah suatu metode untuk mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana lagi. Dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang baris. Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks baris, lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.
Ciri ciri Metode Gauss adalah
Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama)
Baris nol terletak paling bawah
1 utama baris berikutnya berada dikanan 1 utama baris diatasnya
Dibawah 1 utama harus nol
Eliminasi Gauss Jordan
Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang hasilnya lebih sederhana lagi. Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari eliminasi Gauss sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris. Ini juga dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks.
Metode ini digunakan untuk mencari invers dari sebuah matriks.
Prosedur umum untuk metode eliminasi Gauss-Jordan ini adalah
1. Ubah sistem persamaan linier yang ingin dihitung menjadi matriks augmentasi.
2. Lakukan operasi baris elementer pada matriks augmentasi (A|b) untuk mengubah matriks
A menjadi dalam bentuk baris eselon yang tereduksi
Contoh Soal Untuk Gauss dan Gauss jordan
Cari Nilai X1,X2,X3 pada persamaan dibawah ini menggunakan eliminasi gauss dan eliminasi gauss jordan
2X1 + X2 + 4X3 = 8
3X1 + 2X2 + X3 = 10
X1 + 3X2 + 3X3 = 8
Berikut adalah penyelesaiannya :
Eliminasi Gauss
Langkah terakhir adalah substitusikan balik dari bawah jadi
X3 = 0.538
X2 - 0.25(X3) = 1.25
X2 = 1.25 + 0.25(0.538)
X2 = 1.384
X1 - 2X2 + X3 = 0
X1 = 2X2 - X3
X1 = 2(1.384) - 0.538
X1 = 2.23
Jadi X1 = 2.23, X2 = 1.384, X3 = 0.538
Penyelesaian dengan Eliminasi Gauss Jordan :
Sebenarnya hanya tinggal melanjutkan dari langkah eliminasi gauss seperti di tambahkan langkah 8 sampai langkah 10, tapi saya mengulanginya kembali dari awal.
Jadi Isinya sama seperti pada Eliminasi Gauss X1 = 2.23, X2 = 1.384, X3 = 0.538
Sekian share saya mengenai metode Eliminasi Gauss dan Eliminasi Gauss Jordan ...
Determinan Matriks – Pengertian, Sifat-Sifat, dan Contoh Soal
Postingan dari : Ahmad ArifinDi ambil dari : https://rumusbilangan.com/determinan-matriks/
Rumusbilangan.com- Materi Cara Menentukan Determinan Matriks Dibahas Lengkap mulai dari pengertian, sifat-sifatnya, dan juga contoh soal determinan matriks beserta pembahasannya.
Hay sahabat,, hari ini kita akan melanjutkan kembali belajar matematika. Kali ini materi yang akan dibahas adalah Bagaimana Cara Menentukan Determinan Matriks, yang meliputi pengertian, sifat-sifat dan beberapa contoh soalnya. Untuk itu yuk kita simak!
Determinan Matriks
Daftar Isi Artikel :
Pengertian Determinan Matriks
Di dalam bidang materi al jabar linear, determinan ialah sebuah nilai yang dapat dihitung dari unsur suatu matriks persegi.
Determinan matriks A ditulis dengan sebuah tanda, yaitu: det(A), det A, atau |A|. Determinan bisa dianggap sebagai faktor penskalaan transformasi yang digambarkan oleh matriks.
Apabila matriksnya berbentuk 2 × 2, maka rumus untuk mencari determinan ialah:
Apabila matriksnya berbentuk 3 × 3 matrix A, maka rumusnya adalah:
Rumus Leibniz untuk mencari determinan matriks n × n ialah:
Metode eliminasi Gauss juga bisa dipakai.
Sebagai contoh, yaitu pada determinan matriks berikut:
bisa dihitung dengan menggunakan sebuah matriks berikut:
Keterangan:
Di sini, B diperoleh dari A dengan menambahkan −1/2× baris pertama dengan baris yang kedua, sehingga det(A) = det(B).
Kemudian C diperoleh dari B dengan menambahkan kolom pertama dengan kolom ketiga, sehingga det(C) = det(B). Sementara itu, yang D didapat dari C dengan menukar kolom kedua dan ketiga, sehingga det(D) = −det(C). Determinan matriks segitiga D merupakan hasil dari perkalian diagonal utamannya : (−2) · 2 · 4.5 = −18.
Oleh karena itu, det(A) = −det(D) = +18.
Sifat – Sifat Determinan Matriks
Ada beberapa sifat – sifat determinan matriks, yaitu diantarannya:
1. Apabila semua elemen dari salah satu baris atau kolom sama dengan nol, maka determinan matriks tersebut adalah nol. Perhatikan contoh berikut:
Misalkan :
2. Apabila semua elemen dari salah satu baris atau kolom itu sama dengan elemen-elemen baris atau kolom lain, maka determinan matriks tersebut adalah nol.
Perhatikan contoh berikut:
Misalkan: B = (Sebab elemen-elemen baris ke-1 dan ke-3 adalah sama).
3. Apabila elemen-elemen salah satu dari baris atau kolom adalah merupakan kelipatan dari elemen-elemen baris atau kolom lain maka determinan matriks tersebut adalah nol.
Perhatikan contoh di bawahberikut:
Misalkan: A = (Sebab elemen-elemen baris ke-3 sama dengan kelipatan elemen-elemen baris ke-1).
4. |AB| : |A| ×|B|
5. |AT| = |A|, untuk AT ialah transpose dari matriks A.
6. |A–1| = , untuk A–1 ialah invers dari matriks A.
7. |kA| = kn |A|, untuk A ordo n × n dan k adalahsuatu konstanta.
Contoh Soal dan Pembahasannya
Soal Determinan Ordo 2 x 2
Contoh 1:
Hitungalah dan Tentukan berapa nilai determinan dari sebuah matrik berikut :
Pembahasan:
M=
5
2
4
3
Jawab :
det(M) =
5
2
4
3
Maka = (5 × 3) – (2 × 4) = 7
Contoh 2:
Hitungalah dan Tentukan berapa nilai determinan dari matrik berikut :
Pembahasan:
N=
-6
-1
3
-2
Jawab:
det(N) =
-6
-1
3
-2
Maka = ((–6) × (-2)) – (3 × (–1)) = 15
Determinan Matriks Ordo 3 × 3
Misalnya kita ketahui sebuah matriks A, yang merupakan matriks persegi dengan ordo dua. Maka:
A=
a
b
c
d
Dengan demikian, dapat diperoleh sebuah rumus det A sebagai berikut:
det(A) =
a
b
c
d
Maka = ad – bc
Contoh 1: Hitungalah dan Tentukan berapa nilai determinan dari matrik berikut :
M=
5
6
4
3
Pembahasan:
det(M) =
5
6
4
3
= (5 × 3) – (6 × 4) = 16
Contoh.2 Hitungalah dan Tentukan berapa nilai determinan dari matrik berikut :
N=
-6
-2
3
-2
Pembahasan:
det(N) =
-6
-2
3
-2
= ((–6) × (-2)) – (3 × (–2)) = 18
Determinan Matriks Ordo 3 × 3
Terdapat ada dua cara di dalam menghitung determinan untuk matriks berordo 3×3 ini, yaitu :
Metode Sarrus, dan
Metode Minor-Kofaktor
Cara yang paling mudah atau paling sering digunakan dalam menghitung suatu determinan matriks untuk yang berordo 3×3 yaitu metode Sarrus.
Metode Sarrus
Misalnya, kita mempunyai matriks A berordo 3×3 seperti berikut :
A =
a11
a12
a13
a21
a22
a23
a31
a32
a33
Maka cara perhitungan determinannya dapat ditunjukkan oleh gambar dibawah berikut:
Sekarang kita pelajari contoh berikut:
Contoh 1: Tentukanlah Nilai Determinan dari matriks ordo 3×3 berikut :
A =
2
3
4
5
4
3
7
1
Pembahasan:
Nilai determinan untuk matriks di atas ialah sebagai berikut: